Dua Tante Muda Mau Di puasin

Dua Tante Muda Mau Di puasin – Pukul 21:00 WIT bel pintu rumah kontrakanku berdering, ketika itu aku di dapur sedang membuat mie rebus kesukaanku. Dengan berlari kecil menuju pintu depan, lalu aku membuka pintu, ternyata yang datang ke rumahku adalah Tante Nurlaila berserta temannya, aku belum kenal siapa dia.

 

Cerita Sex Tante Yang Membutuhkan Kepuasan

“Hi Michael, apa kabar Sayang,” kata Tante Nur.

“Oo, Tante, Silakan masuk Tan,” balasku sambil mempersilakan mereka duduk di sofa panjang di ruang tamu.

“Tan, maaf yach di tinggal dulu mau matiin kompor bentar soalnya lagi masak mie nich..” kataku sambil senyum kepada tante.

“Oh ya mich.. silakan.” balasnya dengan nada yang lembut.

Waktu itu juga saya beranjak ke dapur. Dua menit kemudian saya kembali ke ruang tamu lagi. Lalu aku di kenalkan dengan temannya oleh Tante Nur.

“Mich, kenalin nich temen tante,” katanya.

“Imas..” katanya.

“Michael..” balasku.

Lalu terjadilah perbincangan antara kami bertiga, hingga akhirnya Tante Nur mengajakku untuk ML bersama-sama.

“Mich, puasin kita dong.. mau kan?” kata Tante Nur sambil menatap anuku.

“Boleh.. kapan ya tante?” tanyaku pura-pura bodoh.

“Sekarang dong mich.. masa tahun depan sih,” kata Tante Imas sambil menunjukkan muka manjanya.

“Mich.. Tante Nur udah cerita tentang kamu, dan Tante Imas tertarik mau nyobain permainan kamu Mich,” katanya.

“Ah, Tante Imas ini ada-ada aja,” candaku sambil menatap kedua buah dada tante Imas.

Kemudian aku berdiri menuju sofa, dan aku duduk di tengah-tengah mereka, tanganku mulai memegang dan meremas-remas payudara Tante Imas dari luar bajunya, dan kulihat Tante Imas mendesis, dan dia hanya diam saja sewaktu tanganku memainkan payudaranya. Lalu aku mulai mencium bibirnya, bibirku dibalas oleh Tante Imas dengan ganasnya. Lidah kami saling berpautan dan air ludah kami saling telan. Melihat aku dengan Tante Imas sedang asyik bercumbu, tangan Tante Nur mulai bergerilya, meremas-remas batang kejantananku dari luar celanaku.

Tiga menit setelah aku selesai menikmati bibir dan aksi remasanku di payudara Tante Imas, lalu aku mengajak mereka masuk ke dalam kamar tidurku. Lalu kami bertiga masuk ke kamarku. Di dalam kamarku mereka berdua melepaskan pakaiannya masing-masing hingga bugil. Alamak saya sempat tertegun ketika melihat kedua tubuh mereka dan kedua payudara serta liang kewanitaan mereka yang indahnya. Payudara mereka sama besarnya, cuma perbedaan dari mereka adalah bulu kemaluannya, bulu kemaluan Tante Nur sangat lebat dan hitam, sedangkan kewanitaan Tante Imas bersih tanpa bulu.

Setelah mereka telanjang, lalu mereka melucuti seluruh pakaianku hingga bugil. Lalu aku naik ke atas kasur saya. Saya mengatur posisi, posisiku tiduran terlentang, Tante Imas kusuruh naik ke atas wajahku dan berjongkok lalu aku mulai mejilat-jilat liang kewanitaannya dengan lidahku, sesekali jariku memainkan klitorisnya dan memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaannya yang sudah basah itu, sedangnkan Tante Nur kusuruh menghisap batang kejantananku. Batang kejantananku di kocok, dijilat dan dikulum ke dalam mulutnya hingga semua batang kejantananku tertutup ke dalam mulutnya. Terasa nikmat sekali ketika batang kejantananku dikenyot-kenyot oleh Tante Nur.“ Tante Jago kali ya, Ujarku”

Selang 10 menit aku melihat Tante Nur mulai mengubah posisinya, dia berjongkok di atas selangkanganku dan batang kejantananku diarahkan ke liang kewanitaannya dengan tangannya dan.., “Beehh.. beehhh…” masuklah batang kejantananku ke liang senggamanya yang terasa hangat dan basah. Lalu Tante Nur menaik-turunkan pantatnya, terdengar suara desahan-desahan nikmat yang keluar dari mulut Tante Nur, “Hhhmm.. Aaahhh.. Aaahhh.. Oohh..” Tante Nur terus menaik-turunkan pantatnya dan sesekali memutar-mutar pantatnya dengan kencang.

Saat menikmati hangatnya liang kewanitaan Tante Nur, aku masih terus menjilat-jitat dan mengocok jariku ke liang kewanitaan Tante Imas. Ketika sedang asiknya menjilat liang kewanitaan Tante Imas, lidahku merasakan suatu cairan kental putih yang keluar dari liang kewanitaan Tante Imas, lalu kusedot dan kutelan air kenikmatan Tante Imas itu dan kubersihkan liang kewanitaannya dengan lidahku. Sepuluh menit kemudian kulihat Tante Nur sudah tidak tahan lagi dan akhirnya, “Crroott.. crroott..” air maninya mangalir deras membasahi batang kejantananku, seketika itu Tante Nur kerkulai lemas di sampingku dan kini batang kejantananku sudah terlepas dari liang senggamanya.“ Tante Imas, sekarang giliranmu lagi, Ujarku”

Lalu aku mngubah posisi, kini Tante Imas menungging dan dari belakang kuarahkan batang kejantananku ke liang senggamanya, “Beehh.. beehhh…” aku mulai mainkan batang kejantananku di liang kewanitaannya dari belakang, aku terus maju-mundurkan batang kejantananku, sembari tanganku meremas-remas payudara yang menggantung dan bergoyang itu. Rintihan nikmat pun terdengar dari mulutnya, “Aahhh.. ooohhh.. terus sayang.. enak.. aaHhhH.. oOhh..” Ketika batang kejantananku keluar masuk di liang kewanitaannya, di balas juga oleh Tante Imas dangan memaju-mundurkan pantatnya. Selang 20 menit aku merubah posisi lagi, kini kuatur posisi Tante Imas tiduran terlentang lalu kuangkat kedua kakinya ke atas, kubuka lebar-lebar pahanya, lalu kuarahkan kembali batang kejantananku ke liang kewanitaannya dan.., “BeeHhh.. beehhh..” batang kenikmatanku masuk ke liang kewanitaannya dan aku mulai memaju-mundurkan pinggulku.

10 menit kemudian dia sudah tidak tahan lagi ingin keluar, “Aaahhh.. aaahhh.. Say, Tante udah nggak tahan lagi pengen keluar..” rengeknya. “Dedi belom mo keluar nich Tan.. kalo mau keluar, keluarin aja,” kataku dan akhirnya, “Croot.. croottt.. croottt..” dia sudah mencapai puncak kenikmatannya. Dan dia pun terlihat lelah karena puas. Karena aku belum mencapai puncak kenikmatan lalu aku merubah posisi dengan gaya “side to side”, (satu kaki Tante Imas diangkat ke atas sedangkan kaki satunya tidak diangkat, sedangkan posisi tubuh miring). Ku mainkan batang kejantananku dengan tempo sedang di liang senggamanya, dan 20 menit kemudian aku merasakan sepertinya aku akan menemui puncak kenikmatan, lalu aku mempercepat gerakanku, kukocok dengan tempo cepat dan kasar di liang kewanitaannya dan terdengar rintihan kesakitan juga rasa nikmat yang terdengar dari mulutnya. “Ouw.. Ehmm.. aaakkhhh.. Uhh..” kemudian kucabut dan kuarahkan batang kejantananku ke wajah Tante Imas dan, “Croot.. croott.. croott..” spermaku muncrat di wajahnya. Lalu batang kejantananku kuarahkan ke mulutnya minta dibersihkan oleh Tante Imas dengan lidahnya dan aku pun terkulai lemas di tengah kedua tante itu.

Lima belas menit setelah mengatur nafas dan melihat kemolekan kedua tubuh tante itu, batang kejantananku sadah mulai berdiri lagi dan mengeras, kini sasaranku adalah Tante Nur. Kuangkat tubuh Tante Nur dan aku menyuruhnya menungging, lalu batang kejantananku kuarahkhan ke lubang pantatnya dan, “BeeHH.. beeHh..” batang kejantananku sudah masuk ke dalam lubang pantatnya, aku mulai memainkan kembali batang kejantananku di pantatntya, “Aaakkhhh.. aaakkhhh.. hhmmm..” 

Selang 5 menit aku kembali merubah posisi, aku duduk di pinggir ranjang dan Tante Nur duduk di atas selangkanganku menghadapku. Lalu, “Beehhs.. beehhs..” batang kejantananku bukan di lubang pantatnya lagi tetapi dimasukkin ke liang kewanitaannya. Tante Nur mulai menaik-turunkan pantatnya di atas selangkanganku dan sambil menikmati gerakan dari posisi itu aku meremas-remas kedua payudaranya dan kusedot-sedot bergantian, kugigit-gigit puting susunya dan dari payudara itu keluar suatu cairan dari putingnya. Ternyata itu adalah air susunya, langsung saja kusedot. Ketika aku menyedot air susunya semakin kuat desahan Tante Nur. Setengah jam kemudian kami sudah mencapai puncak kenikmatan dan, “Croottt.. crrooottt.. croottt..” kami berdua keluar dan terkulai lemas di ranjang dengan batang kejantananku yang masih didalam liang kewanitaannya.

Kami bertiga tertidur kelelahan, keesokannya kami pun melakukan hubungan lagi bertiga di kamar mandi saat kami mandi bersama. Setelah permainan dan mandi bersama itu selesai kemudian kedua tante itupun pulang.

Ditunggu untuk Berita Seks pengalamanku yang selanjutnya 🙂 dan Terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk bisa menuliskan pengalamanku disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prediksi Togel Online Terpercaya © 2014 Frontier Theme